Leha-leha gak selamanya bermakna negatif kok, ibarat novel, tergantung kita si penulis mau ngeletakkin di mana, di prolog atau di epilog. Kalau prolog cerita hidup kita diisi dengan kerja keras dan tawakal, kemudian epilognya diisi dengan leha-leha, itu namanya nikmat. Lho kalo sebaliknya gimana? Ini dia nih yang namanya leha-leha yang melelahkan. Namanya aja leha-leha, tapi lelahnya luar biasa. Huft ayo Ayu bangkit! Konsisten dong! Mau naruh leha-leha di prolog atau di epilog? Mau leha-leha yang nikmat atau leha-leha yang melelahkan?
Yang konsistensinya masih dipertanyakan,
Ayu Suwardi.