Jadi, begini ceritanya. Beberapa hari yang lalu, saya menjemput adik saya, Amanda namanya, di sekolah. Sesampainya saya di sana, seperti biasa, ada beberapa orang ibu yang sedang duduk-duduk manis sambil berbincang di kursi yang letaknya tidak jauh dari kelas adik saya. Muka-mukanya, sih, sudah familiar banget. Gimana enggak, kalau tiap kali saya jemput si Manda, selalu muka-muka itu yang duduk di sana.
Saya pun ikutan duduk di sana, bareng ibu-ibu itu. Seperti biasa, hari ini mereka melakukan perbincangan yang kurang lebih selalu sama. Kalau gak ngomongin orang, ya, ngomongin barang. Dan hari ini, yang jadi bahan adalah salah seorang anak, yang sekelas dengan Manda dan anak-anak mereka.
"Jeng, tahu gak, nilai-nilainya si Mawar kan sekarang bagus-bagus. Kemarin Bu Lis ngirim sms ke gue, katanya nilai matematika sama bahasa inggrisnya Mawar lebih tinggi dari nilai anak gue."
"Serius lo, Tut? Masa sih? Anak lo kan selalu ranking satu di kelas, masa kalah sama si Mawar. Lo gak gengsi apa?"
"Ya, gengsi, lah. Masa anak gue kalah sama si Mawar. Kan lo pada tahu sendiri, dia rankingnya selalu di bawah."
Kurang lebih begitu potongan isi percakapan mereka. Jadi, ceritanya si Mawar ini anak yang tidak begitu menonjol di kelas. Tapi, akhir-akhir ini, nilai-nilainya si Mawar meningkat drastis. Dan mereka dengan asalnya meremehkan si Mawar.
Dear, tante yang anaknya selalu rangking satu. Tante, kalau ibunya Mawar dengar omongan tante yang kemarin itu, beliau pasti bakalan sedih banget, lho. Kok tante jahat banget sih? :(
Tante tahu kisah Opa Einstein, gak? Dulu waktu beliau masih kecil, dia gak menunjukan tanda-tanda kejeniusannya sama sekali, lho. Tapi, coba lihat, pas udah dewasa beliau bahkan jadi ilmuwan yang sangat jenius dan terkenal. Eh, atau tante gak tahu kisah masa kecilnya Opa Einstein, ya? Makanya tante ngeremehin si Mawar yang sejauh ini biasa-biasa aja.
Atau....tante jangan-jangan lupa, ya, kalau tujuan sekolah itu untuk nyari ilmu sebanyak-banyaknya? Jadi wajar, dong, kalau ilmunya si Mawar nambah, terus dia jadi bisa dapet nilai yang lebih bagus dari yang lain.
Dear, tante yang anaknya selalu ranking satu. Semangat, ya, tan! Jangan ngerasa sedih dan gengsi kalau nilai anaknya tante lebih kecil dari nilainya si Mawar. Semoga kelak anak tante bisa jadi anak yang bermanfaat positif buat orang banyak, ya, tan! Aamiin... :D
"Karena semua anak punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing."
Selamat malam!
PS : Semua nama di dalam postingan ini sengaja saya samarkan, kecuali nama adik saya. :D
Sent from Samsung Mobile

