Think like the only one who's right. Speak like the only one who's flawless.Ini bukan kali pertama, kedua, atau pun ketiga. Kadang pengen diem aja, tapi kalo diem aja, dipikirnya gak punya argumen alias mutlak salah. Punya argumen tapi ujung-ujungnya dibantah, padahal argumennnya belum selesai. Ngasih satu argumen, dibalikinnya lima. Katanya demokrasi. Demokrasi gak mandang umur kan? Dengerin tanpa harus balik nyerang gak susah kan?
hanya ingin argumennya didengar,
Ayu Suwardi

